Pages

Pengaruh TIK

Rabu, 6 Februari 2013

Pengaruh TIK
(Rully Damayanti)
Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anak bangsa.
Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.

Pengaruh buruk dari Games Komputer.
Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
Pengaruh buruk lewat internet.
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer.
Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.
(Hendra Darmawan, A.Md.)
Saya akan mencoba membahas satu persatu keprihatinan yang telah coba digulirkan penulis:
1. Terjadinya pergeseran profil pengguna internet dari orang dewasa ke para pelajar seharusnya kita syukuri. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam masyarakat kita yang begitu cepat memberi respon terhadap kemajuan teknologi.
2. Terjadinya pergeseran orientasi pemanfaatan internet untuk bermain game dan chatting, tinimbang untukmencari informasi jelas memberikan nuansa negatif bagi pelajar bila telah melewati batas penggunaan waktu bermain yang semestinya.
3. Keberanian anak-anak SD ‘nongol’ di warung internet janganlah diasumsikan secara negatif. Apa yang ada dalam pikiran kita, bisa menjadi kenyataan. Karena itu, berharaplah positif terhadap aktivitas para anak-anak kita, niscaya mereka akan memenuhi harapan kita. Yang terpenting adalah, kita harus terus memantau dan mengajak mereka berkomunikasi. Jadi, kita tetap bisa membatasi aktivitasnya ke arah yang positif.
4. Terlalu dini untuk menyatakan bahwa tidak ada unsur pendidikan apapun yang bisa didapatkan dari bermain game dan chatting. Permainan game apapun bentuknya — tentu ada unsur pelatihan kecerdasannya. Bedanya dengan permainan kita para orangtua di jaman dulu adalah bahwa permainan zaman dulu lebih banyak didominasi fisik dan bersifat sosial; sehingga fisik anak-anak juga dapat terbangun dan kesehatan tetap terjaga.
Permainan game anak-anak zaman sekarang yang menggunakan media elektronik tidak banyak menggunakan gerakan fisik dan lebih banyak dilakukan sendirian, sehingga fisik anak tidak terlatih dan ketrampilan sosial dapat tertinggal.
Disinilah orangtua perlu berperan lebih besar. Untuk mengimbangi aktivitas yang tidak banyak memanfaatkan gerakan fisik tersebut, orangtua harus mengimbanginya dengan berbagai kegiatan lain yang banyak menggunakan aktivitas fisik. Sedangkan untuk aktivitas sosial, selain dapat dilakukan lewat permainan elektronik yang sedang ia sukai tersebut (melalui pertandingan game yang dilakukan dengan teman), tentunya anak juga harus didorong untuk juga ikut dalam berbagai aktivitas sosial.
Jadi, tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak mendukung kegiatan anak bermain internet. Kegiatan Chatting juga hendaknya jangan dianggap sebagai kegiatan yang negatif. Chatting sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan lewat internet. Fasilitas sms yang dengan mudah dan murah dapat kita lakukan melalui telepon seluler juga dapat memenuhi kebutuhan chatting kita. Semua kembali kepada penggunanya, karena chatting tak ubahnya dengan sms. Bila kita dapat memanfaatkan sms untuk kebutuhan positif, tentunya chatting juga demikian.
5. Kehawatiran akan efek kecanduan dari bermain game dan chatting sebaiknya kita kurangi. Hampir semua aktivitas baru membawa efek kecanduan pada awalnya dan menurun sejalan dengan berlalunya waktu (‘hangat-hangat tai ayam’). Hanya pribadi-pribadi tertentu yang mudah larut dalam kecanduan yang akan memawa dampaknegatifbagikehidupannya.Untuk menghindari anak menjadi malas belajar, malas mengaji dan setiap saat ingin bermain internet,kembali dibutuhkan kebijakan orangtua untuk membatasi berapa lama dan kapan waktu yang diperbolehkan untuk bermain internet.
6. Demikian pula untuk dampak negative bermain game yang hampir sama dengan permainan play station. Orangtualah yang menjadi manajer anak-anak dalam memanfaatkan waktunya. Pengawasan melekat tetap dibutuhkan sampai anak beranjak dewasa. Kalau anak lupa makan, lupa minum dan lupa bahwa masih ada hari esok, tentunya orang tua punya
7. Kembali kepada efek chatting seperti yang telah saya jelaskan diatas. Boleh-boleh saja menyamakannya dengan permainan interkom sekitar 20 tahun lalu; yang bikin orang lupa daratan. Namun, sekali lagi, hanya orang-orang tertentu yang bersedia memanfaatkan waktunya untuk hal-hal negatif yang akan merugikan hidupnya.
Demikian juga dengan para remaja kita. Beri mereka kepercayaan, terus dipantau dan diajak berkomunikasi dan tentunya selalu diberi siraman rohani, maka chatting tidak akan dimanfaatkan untuk hanya sekadar ngobrol dengan teman kencan yang kemungkinan juga mengarah pada pembicaraan yang jorok-jorok.
Siapapun butuh chatting, dalam arti berkomunikasi secara positif dengan orang-orang yang diinginkan serta dibutuhkan. Tidak hanya lewat internet, tetapi bisa lewat sms, telepon, interkom dan tentu saja secara langsung akan terasa lebih asyik.
8.Pernyataan penulis bahwa efek game dan chatting justru lebih berbahaya dari situs porno karena dalam waktu singkat orang akan bosan; sungguh sangat membingungkan dan mengherankan saya. Bagaimana mungkin situs porno lebih baik dari game dan chatting? Saya belum menemukan sisi positif dari situs porno. Tidak demikian halnya dengan manfaat positif bermain game dan chatting. Hal ini mungkin perlu dibahas tersendiri.
9. Kekhawatiran penulis pada para pelajar SLTP yang bisa menjadi mangsa taman chatting-nya dengan mengaku 17 tahun padahal telah berusia 35 tahun memang perlu mendapat perhatian serius. Namun, sekali lagi, tidak hanya melalui internet orang dapat memalsukan identitasnya.
Melarang anak-anak menggunakan internet, sama halnya dengan mengembalikannya ke masa lalu. Dengan kata lain, membatasi anak dari keterampilan memanfaatkan teknologi yang justru akan menjadi modal hidupnya kelak di masa depan.
Bicara soal perlindungan, setidaknya terdapat tiga jenis proteksi yang bisa disiapkan. Perlindungan pertama berupa filter-filter pengaman, seperti Net Nanny Parental Controls, Safe Eyes, Cyberpatrol, hingga K9 Web Protection yang menyediakan perangkat lunak yang bisa diunduh secara gratis. Ini merupakan perlindungan yang bersifat mekanis. Perlindungan jenis lainnya adalah mediasi, berupa pemberlakuan jam-jam khusus dan durasi (lamanya waktu) penggunaan Internet. Termasuk, peraturan menyangkut situs-situs yang boleh dikunjungi (dan tidak boleh!) serta pendampingan terhadap anak ketika mengakses internet. Tentu saja, pendampingan ini tidak asal-asalan, tetapi harus dilakukan oleh orang yang betul-betul paham dengan tugasnya! Perlindungan ketiga bersifat self-protection, yaitu membentengi anak dari pengaruh buruk internet dengan menumbuhkan kapasitas media literacy pada anak, khususnya, literasi internet. Anak harus dibikin melek internet! Perlindungan jenis ketiga ini sangat penting dan merupakan isu pendidikan multimedia serta masyarakat Informasi saat ini. Disadari, perlindungan mekanis atau mediasi jenis apa pun tidak akan efektif untuk mengatasi dampak buruk internet, jika tidak disertai dengan pembekalan kepada anak agar mereka bisa mengakses dan memanfaatkan internet secara kritis dan bijak.
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Dampak Positif:1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. 4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. 5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain 6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). 2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut
http://yudakuyudz.wordpress.com/2008/03/19/dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet/
2. Dampak Internet pada pergaulan mahasiswa, siswa SD,SMP & SMA
Internet sbg Sarana Komunikasi Mahasiswa
Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.
Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, yaitu:
Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).
Pada umumnya, para pengguna internet menggunakan internet yang tersedia di warung-warung internet atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘warnet’. Hal ini karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan internet pribadi.
Perlu diketahui bahwa mahasiswa belum bekerja, dan masih bergantung dari dana yang diberikan oleh orang tua mereka. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab dimana mereka akan menggunakan komputer yang terhubung dengan internet. Pada umumnya, biaya menggunakan internet adalah sebesar tiga ribu lima ratus rupiah per jam. Tentu saja, biaya ini relatif mahal karena mahasiswa yang masih banyak tergantung dari dana yang diberikan orang tua perhari atau per mingu atau per bulan. Maka, komunikasi para mahasiswa lewat internet menjadi terbatas oleh biaya.
Situs Web
World Wide Web yang sering disingkat www merupakan fasilitas internet yang paling banyak digunakan saat ini di samping email. Situs web adalah informasi yang dapat diakses oleh seluruh pengguna internet dari seluruh dunia dengan menggunakan program yang disebut Web Browser misalnya Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer. Informasi yang ditempatkan dalam situs web itu dapat berupa tulisan, gambar, animasi, suara, dan video klip.
Sebagai sarana komunikasi , Sistus web tersebut berguna untuk mencari data, berita, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baru, dan lain lain. Misalnya, melalui pengamatan banyak mahasiswa mengunjungi web situs seperti friendster, detik, satuwanita, yahoo, CNN, Kompas dan sebagainya. Selain itu, mahasiswa bisa mempunyai situs web sendiri untuk menyebarluaskan ide-ide dan pendapat mereka sendiri kepada seluruh dunia.
Walaupun ada banyak manfaat situs web, juga ada banyak masalah. Masalah yang paling besar adalah bahwa informasi yang disebarkan di internet tidak selalu benar. Hal ini terjadi karena situs web tidak harus memberikan informasi yang benar dan akurat, dan tidak ada tanggung jawab atas kebenaran informasi yang disebarluaskan. Masalah yang kedua adalah pornografi yang merupakan dampak negatif. Namun, pornografi itu tidak harus dicari dengan sengaja, bisa saja mendapatkan pornografi dengan pencarian data dan file musik mp3. Dari pengamatan yang mendalam, tiga puluh tiga persen dengan sengaja mencari pornografi di www, dan bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Walaupun demikian, kebanyakan adalah mahasiswa yang dengan sengaja mencari pornografi. Sedangkan, yang tidak dengan sengaja mendapatkan pornografi sebanyak lima puluh sembilan persen.
Sering kali, orang ingin mengetahui dari mana asalnya pornografi itu. Biasanya, pornografi yang dicari mahasiswa adalah pornografi Barat, yaitu pornografi yang memuat tentang orang Amerika Serikat, Belanda, Perancis atau negara Barat lain. Namun, semakin lama semakin banyak pornografi Indonesia sudah tersedia melalui internet, dan kadang-kadang pornografi itu melibatkan mahasiswa Indonesia. Baru-baru ini, di internet, ada artikel tentang dua mahasiswa Bandung yang merekam adegan intim dengan kamera video. Tidak disangka, hasil rekaman ini beredar bak VCD porno komersial. Belakangan, file image dan klip yang heboh ini mulai bergentayangan di internet.
Jadi, sisi negatif dari www adalah pornografi yang dengan mudah dilihat.
dan hal ini memberikan dampak yang buruk bagi generasi muda Indonesia.
Email
Tujuan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas internet bermacam-macam. Banyak mahasiswa menggunakan internet untuk penelitian, atau mencari berita asing, tetapi yang paling populer adalah email. Email itu adalah surat menyurat secara elektronik di mana pesan yang dikirimkan akan sampai dalam waktu singkat. Pesan email tidak hanya berupa tulisan tetapi dapat disertai dengan file gambar, suara, animasi, dan lain lain. Selain itu, email dapat dikirimkan kepada ratusan orang hanya dalam satu kali pengiriman. Makanya, email ini menjadi penting untuk komunikasi dalam zaman modern ini, dan terutama bagi para mahasiswa.
Dalam pengamatan rata-rata mahasiswa yang pernah menggunakan internet mempunyai alamat email sendiri. Alamat email mahasiswa itu semuanya bebas biaya seperti yahoomail atau hotmail yang terkenal. Mereka lebih menyukai yahoomail atau hotmail karena iklan-iklan situs web itu berhasil mempengaruhi mereka dan provider email itu sangat terkenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
Tentu saja, email yang diterima tetapi tidak diharapkan bukan hanya SPAM. Virus komputer juga sering diterima lewat email, dan topiknya juga tidak jelas. Sayangnya, belum ada cara untuk menghentikan SPAM dan virus komputer tersebut. Banyak perusahaan email gratis mempunyai ‘SPAM filter’ yang menghentikan penerimaan SPAM tetapi filter ini biasanya tidak efektif. Mungkin di masa depan seseorang akan membuat fiter yang efektif tetapi saat ini SPAM dan virus tetap menjadi masalah besar. Namun demikian, manfaat email masih melebihi dampak negatifnya. Bagi mahasiswa TSM, email masih merupakan sarana komunikasi yang tercepat dan tercanggih untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Email sudah menjadi pengganti yang baik dari surat biasa (atau dalam ‘bahasa internet’, snail mail) karena email tersebut diterima pada saat dan waktu yang sama dan tidak bisa dibaca oleh orang lain.
Chatting
Internet Relay Chat atau IRC atau sering disebut dengan chat atau chatting adalah forum diskusi online para pengguna internet dengan menggunakan tulisan sebagai alat untuk berdiskusi. IRC ini menyediakan suatu cara untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang di seluruh dunia, dan tentu saja, antara mahasiswa. IRC terdiri dari bermacam-macam jaringan server IRC (mesin-mesin untuk menghubungkan pemakai dengan IRC). Para pengguna memiliki suatu program (yang disebut ‘client’) untuk menghubungkan mereka dengan suatu server dari salah satu jaringan IRC tersebut. Server-server ini yang akan mengirimkan informasi dari satu server dan ke server yang lain dalam jaringan yang sama. Saat ini terdapat ribuan grup chatting dalam berbagai bahasa dan topik.
Dari pengamatan hampir seluruhnya mahasiswa yang sering menggunakan internet juga pernah chatting. Program yang sering digunakan untuk chatting ini adalah mIRC atau Yahoo Messenger.
Didalam chatting ini tidak jarang dari mereka melanjutkan hubungannya dari sekedar ngobrol di internet menjadi sebuah pertemuan langsung atau disebut kopdar (Kopi Darat). Bahkan ada juga yang akhirnya menjalin hubungan kekasih setelah mereka sering mengobrol di internet dan kemudian saling bertemu.
brb be right back segera kembai
bbl be back later nanti akan kembali
np no problem tidak apa-apa
lol laughing out loud tertawa terbahak-bahak
asl? age, sex, location? Berapa umurmu? Peremupuan/laki-laki? Dari mana?
Hlo mh hallo #mahasiswa
Join dong Masuklah!
u kul/ker? Kamu kuliah atau kerja?
ce cewek
co Cowok
Tiga atau Lima tahun yang lalu, penggunaan telepon genggam sudah semakin popular di Indonesia, terutama di antara generasi mudah pada umumnya, dan mahasiswa TSM pada khususnya. Dengan menggunakan fasilitas Short Message Service (SMS), bahasa yang digunakan berkembang sebagaimana layaknya ‘bahasa internet’. Kata-kata yang digunakan dalam ber-SMS sering kali disingkat, dan ejaannya tidak baik dan benar pada saat mengirim pesan kepada teman. Memang, mahasiswa yang sering chatting melalui internet juga mempunyai telepon genggam dan menggunakan ‘bahasa internet’ untuk SMSnya. Jadi, ‘bahasa internet’ juga biasa digunakan untuk ber-SMS. Menurut pendapat saya, penggunaan ‘bahasa internet’ atau ‘bahasa chatting’ itu semakin meluas di masyarakat. Mungkin di masa depan, kita akan mengembangkan bahasa yang baru dengan tata bahasa dan
istilah-istilah baru.
sumber :
http://yayang08.wordpress.com/2008/05/07/dampak-internet-bagi-pelajar/

0 ulasan:

Catat Ulasan